Kenapa Pria Tidak Dapat Mengontrol Keluarnya Sperma?

ejakulasi dini pada pria

Anda yang menderita ejakulasi dini, tentu saja ingin menahan keluarnya sperma ketika Anda sedang berhubungan seks dengan pasangan Anda. Namun entah mengapa, sekuat apapun Anda berusaha “memerintahkan” penis Anda untuk menahan keluarnya sperma, tetap saja dengan sangat cepat sperma keluar begitu saja tanpa terkendali. Mengapa otot yang menahan sperma tidak bisa dikendalikan seperti otot lainnya? Anda bisa mengendalikan gerakan otot tangan atau lidah Anda dengan mudah, tapi mengapa tidak mampu mengendalikan otot yang seharusnya menahan sperma. Sebenarnya apa yang terjadi?

Ada dua sistem saraf dalam tubuh kita. Yaitu sistem saraf sadar dan sistem saraf otonom (otomatis, tidak bisa dikendalikan secara sadar). Sistem saraf sadar membuat Anda bisa menggerakkan bagian tertentu dari tubuh Anda sesuai perintah otak atau pikiran Anda, misalnya menggerakkan tangan, menggerakkan mata, melangkahkan kaki, menggerakkan otot leher untuk menengok atau menganggukkan kepala dan sebagainya.

Sedangkan sistem saraf otonom, adalah sistem saraf yang mengendalikan proses tubuh yang berlangsung secara otomatis, seperti detak jantung, peredaran darah, pencernaan makanan, produksi kelenjar, dan sebagainya. Anda tidak bisa dengan sengaja memerintahkan jantung Anda untuk berdetak makin cepat, karena otot jantung bukan termasuk dalam kendali sistem saraf sadar.

Anda sekarang sudah mulai paham mengapa Anda tidak bisa menahan keluarnya sperma kalau sudah keenakan. Hal ini karena pengeluaran sperma adalah respon otomatis ketika Anda menerima rangsangan yang menyebabkan Anda merasa “nikmat”. Ukuran “nikmat” bagi setiap orang tentu berbeda-beda. Itulah mengapa, penderita ejakulasi pun berbeda-beda sifatnya. Ada yang baru melihat wanita seksi sudah mengeluarkan sperma. Ada pula yang mampu penetrasi, tetapi setelah beberapa gesekan langsung ejakulasi.

Dua sistem saraf ini, kalau disesuaikan dengan sudut pandang hipnotis atau NLP, maka istilahnya menjadi conscious (pikiran sadar) & subconscious (bawah sadar). Jadi , seseorang mengalami ejakulasi karena dalam subconscious-nya tertanam program seperti ini: “Ketika saya keenakan, sangat terangsang, dan merasa nikmat di bagian kelamin saya, maka secara otomatis saya mengeluarkan sperma untuk mencapai kepuasan puncak”. Program otomatis seperti itulah yang membuat Anda tidak mampu menahan laju keluarnya sperma.

Disisi lain, banyak pula orang yang mengalami ejakulasi dini karena sudah terbiasa mengeluarkan sperma secara cepat. Misalnya, apabila Anda sering melakukan onani atau hubungan seks yang cepat selesai. Pikiran bawah sadar akan merekam memori tersebut sehingga setiap kali Anda terangsang atau melakukan hubungan seks, organ seks Anda akan mengeluarkan sperma dengan cepat, seperti ketika Anda melakukan onani atau hubungan seks kilat.

Kebiasaan memang sulit dihilangkan atau dikendalikan karena kebiasaan adalah hasil kerja dari pikiran bawah sadar. Seorang yang sudah terbiasa mengeluarkan sperma secara cepat, dia akan terus dalam kebiasaannya itu sampai dia menemukan cara yang tepat untuk mengendalikannya. Seperti halnya orang yang punya kebiasaan merokok, maka dia akan kesulitan untuk menghilangkan atau mengendalikan kebiasaan merokoknya.